BREAKING NEWS

Kesehatan

Hidup Sehat

Video

From our Blog

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

Manfaat Buah Pare

Siapa yang tidak mengenal buah pare? Tanaman Pare memiliki nama latin momordica charantina. Pare adalah anggota dari tanaman Cucurbitaceae, termasuk melon dan labu. Tanaman Pare banyak ditemukan di Asia dan Afrika. Dan konon berasal dari India karena telah ditemukan 600 tahun yang lalu.

Warnanya beraneka ragam ada yang berwarna hijau tua dan hijau muda, tergantung di mana tempatnya tumbuh. Buah pare ini dikenal banyak orang sebagai pelengkap siomay. Walau rasanya pahit namun memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah Pare yang mengandung  vitamin B1, vitamin K, likopen, fitokimia serta anti oksidan. Selain itu buah ini dipercaya dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
·           Untuk mencegah dan menghilangkan jerawat
Manfaat buah pare bukan hanya untuk kesehatan saja, manfaat penting lainnya yaitu untuk kecantikan. Buah pare dapat mencegah dan menghilangkan jerawat, dengan cara meminum jus pare atau membuat masker dari buahnya. Buah Pare yang masih segar, belah dan buang bijinya. Potong menjadi beberapa bagian lalu diblender hingga halus. Peras airnya lalu diminum. Sementara ampasnya ditempelkan di wajah sebagai masker.
·           Bermanfaat dalam melancarkan ASI
Masyarakat Indonesia sudah mengenal pare sebagai sayuran yang berkhasiat bagi ibu menyusui. Karena dapat meningkatkan produksi ASI dan dapat membuat ASI lebih kental sehingga bayi menjadi cepat kenyang. Minum jus pare setiap hari pada pagi atau malam hari. Untuk menambah rasa dan khasiatnya, jus pare bisa dicampur dengan jus melon.
·           Mengontrol kadar gula darah
Buah pare mengandung senyawa insulin dan alkaloids yang disebut Charntine. Senyawa ini bertanggung jawab untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Bagi para penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi pare.
·           Membuang racun dan menyehatkan liver
Buah Pare tidak hanya mampu mengikis lemak dalam tubuh tapi juga mampu mengeluarkan racun. Lemak dan racun yang berada di dalam liver di buang. Sehingga liver menjadi lebih sehat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
·           Membersihkan darah
Buah pare menghasilkan senyawa cucurbitacins. Konsumsi jus pare dapat membantu membersihkan darah, mengobati gatal-gatal akibat darah kotor. Agar lebih terasa khasiatnya mengonsumsi jus pare secara rutin pada pagi hari sebelum makan.
·           Menurunkan berat badan
Pare juga bermanfaat dalam program diet dan untuk menurunkan berat badan. Manfaatnya dengan makan pare dapat membuat cepat kenyang dan juga menurunkan nafsu makan. Bagi yang sedang menjalani program diet disarankan untuk meminum jus pare setiap harinya. Agar tidak terlalu pahit, dapat dicampur dengan madu alami.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 01 Februari 2014

Manfaat tomat

Manfaat tomat (Solanum lycopersicum) untuk tubuh dapat diketahui dari berbagai publikasi ilmiah. Misalnya, Edward Giovannucci di dalam publikasi berjudul “Tomato Products, Lycopene, and Prostate Cancer: A Review of the Epidemiological Literature di American Society for Nutritional Sciences”, 2005 berpendapat bahwa masih ada kontroversial seputar manfaat tomat dalam mencegah berbagai penyakit salah satunya kanker prostat.

Manfaat tomat sebagai anti kanker prostat ini disebabkan oleh adanya kandungan lycopene dalam tomat. Lycopene juga terdapat di berbagai produk olahan tomat dan variasinya, seperti: pizza, sup tomat, kecap, jus, salad, saus spaghetti, salsa, pasta tomat. Berbagai produk olahan tomat ini merupakan sumber lycopene yang bioavailability-nya lebih baik daripada buah tomat segar.

Uniknya buah lain seperti anggur merah dan semangka juga mengandung lycopene. Selain kanker prostat, manfaat lycopene juga diduga dapat dirasakan bagi penderita kanker payudara, kanker lambung, degenerasi sel-sel mata karena usia (age-related macular degeneration), mengurangi kadar kolesterol jahat, melindungi kulit dari ganasnya sinar ultraviolet, menghaluskan dan mempercantik kulit, mengurangi kulit keriput, dsb. Selain lycopene, sebenarnya tomat juga mengandung beta carotene, lutein, vitamin E, vitamin C, dan flavonoid (salah satunya: quercetin).

Namun hasil studi di atas dibantah oleh hasil riset yang dilakukan oleh Etminan, M., Takkouche, B. & Caamano-Isorna, F. (2004) dan Schuurman, A. G., Goldbohm, R. A., Dorant, E. & van den Brandt, P. A. (1998) yang menyimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara tomat dan kanker prostat.

Manfaat tomat pada kanker paru-paru juga masih kontroversial. Beberapa studi menyatakan bermanfaat namun studi lainnya menyimpulkan belum ada korelasi positif antara keduanya (tomat dan kanker paru-paru).

Hasil studi epidemiologi tentang manfaat tomat ini memang masih perlu dikaji ulang, mengingat untuk dikatakan efektif dan maksimal, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: melakukan assessment yang komprehensif terhadap berbagai sumber utama lycopene, menghitung bioavailability lycopene, memeriksa populasi dengan asupan (intake) produk tomat yang tinggi, menghitung pola temporal karena diet tunggal atau pengukuran darah dalam jangka waktu tertentu belumlah cukup, cukup besar populasinya untuk mengevaluasi risiko relatifnya, meneliti apakah manfaat tomat atau lycopene itu dipengaruhi oleh faktor genetika yang dinamakan genetic polymorphisms, terutama berkenaan dengan DNA repair genes.

 
Copyright © 2013 Griya Jatiluhur 1
Share on Blogger Template Free Download. Powered byBlogger